Saturday, 6 December 2008

Surga dan Neraka



Kekasih hati tiba dipenghujung malamku…
Mimpi-mimpi indah, seolah tak ada yang terjadi
Sunyi, sepi, rapuh, keluh, tetaplah tak kan pergi dari pikiranku…
Wahai dewi-dewi malam yang merajut indahnya hati

Aku gelisah saat gelap menghatui jiwa
Diwaktu terang, ku jadi bungkam tak bergeming…
Ku buka mata, kudapatkan dusta
Tapi hanya balasan yang kudapat saat mata tertutup tenang…

Rindunya jiwaku ini akan kehangatan asa
Rumah rindang dan rimbun, disanalah ku awali kenistaan ini…
Setelah bertemu, ku hampa dimakan usia
Dusta, nista dan toba tak seharusnya dapat dicintai…

Wahai penyejuk jiwaku…
Janganlah kau keluhkan perasaanmu itu pada diriku…
Dimana kau lampiaskan asamu pada hati kecilku…
Dimana aku tak akan pernah siap untuk menjadi yang kau mau…

Tiap-tiap perasaan cintamu yang buruk…
Dimana hanya ada dusta diantara kita…
Tapi usai sudah cintaku telah melapuk
Dan dustamu tak akan pernah putuskan asa

Jadi, berhentilah kejar satuan-satuan yang tak kan pernah ada
Seperti aku dulu mengejar-ngejar engkau…
Dimana diriku yang tak pernah hadir dalam ruang hatimu
Jadi, marilah kita berjalan sesuai jalan ini, entah surga atau neraka…





By Fuad Dhahana

No comments:

Post a Comment