Kekasih hati
tiba dipenghujung malamku…
Mimpi-mimpi
indah, seolah tak ada yang terjadi
Sunyi, sepi,
rapuh, keluh, tetaplah tak kan
pergi dari pikiranku…
Wahai dewi-dewi
malam yang merajut indahnya hati
Aku gelisah saat
gelap menghatui jiwa
Diwaktu terang,
ku jadi bungkam tak bergeming…
Ku buka mata, kudapatkan
dusta
Tapi hanya
balasan yang kudapat saat mata tertutup tenang…
Rindunya jiwaku
ini akan kehangatan asa
Rumah rindang
dan rimbun, disanalah ku awali kenistaan ini…
Setelah bertemu,
ku hampa dimakan usia
Dusta, nista dan
toba tak seharusnya dapat dicintai…
Wahai penyejuk
jiwaku…
Janganlah kau
keluhkan perasaanmu itu pada diriku…
Dimana kau
lampiaskan asamu pada hati kecilku…
Dimana aku tak
akan pernah siap untuk menjadi yang kau mau…
Tiap-tiap
perasaan cintamu yang buruk…
Dimana hanya ada
dusta diantara kita…
Tapi usai sudah
cintaku telah melapuk
Dan dustamu tak
akan pernah putuskan asa
Jadi,
berhentilah kejar satuan-satuan yang tak kan
pernah ada
Seperti aku dulu
mengejar-ngejar engkau…
Dimana diriku
yang tak pernah hadir dalam ruang hatimu
Jadi, marilah
kita berjalan sesuai jalan ini, entah surga atau neraka…
By Fuad Dhahana
No comments:
Post a Comment